Dialog Dini Hari
Terbentuk di awal musim semi 2008 oleh Dadang SH Pranoto, Ian Joshua Stevenson dan Mark Liepmann. Dadang SH Pranoto a.k.a. Dankie adalah gitaris karismatik dari Navicula. Sebuah band grunge-rock-neo-core yang dicintai di pulau Bali hingga kini. Juga di Indonesia. Sedangkan Ian & Mark harum lewat band sebelumnya: Kaimsasikun. Kevakuman Kaimsasikun tak menyurutkan sisi musik seorang biduan-penyair-gitaris penuh talenta bernama Ian. Terlebih ketika mendapat tawaran dari Dadang untuk mengisi posisi bass sekaligus music director pada side-project yang serius digarapnya sebagai media berelaksasi ini. Lalu suguhan degup-hentak sederhana nan unik dari Mark, pun lengkap mengawali perjalanan berkesenian Dialog Dini Hari.

Dimulai dari Beranda Taman Hati, lalu berlanjut ke Pagi. Karya-karya berikutnya pun mengalir apa adanya. Spontan dalam dialog lepas malam. Lepas bebas tanpa beban. Baik musik, tema dan tutur kata dan nada.
Selepas draft materi awal terekam di komputer murahan di rumah, Dendan Astono - seorang penuh dedikasi dalam dunia radio swasta di Bali & Nusa Tenggara - menyodorkan sebuah tawaran penuh keajaiban: merekam seluruh materi Dialog Dini Hari secara penuh, profesional namun tanpa beban biaya sepeserpun, di sebuah studio milik Radio Phoenix di bilangan Renon Denpasar. Jadwal recording berjalan tanpa hambatan berarti, plus dukungan musisi genius Bali a.l: Windu Estianto Supersoda/pianika, Ed Eddy Residivis/piano, hingga peniup terompet maestro Rio Sidik dari Saharadja. Lirikus resah yang juga bertindak sebagai produser Igo Telephone dari label lokal The Blado Beatsmith pun urun nimbrung di sektor sastra.

Keajaiban belum berakhir, tawaran berikutnya datang dari Peter Heckmann, seorang komposer kelas wahid asal Jerman yang pernah terlibat langsung dalam pengerjaan projek mulai dari Depeche Mode, Duran Duran, Enya, T.A.T.U., Ultravox, Hans Zimmer, hingga Boney M [lebih jauh baca di sini]. Tak tanggung-tanggung, langsung menawarkan diri menjadi eksekutif produser yang menangani seluruh tahap mixing dan mastering di salah satu rumah rekam terbaik di Bali, Antida Studio. Termasuk pula duplikasinya. Whew!
Tunggu dulu. Seperti apa sih musik Dialog Dini Hari sampai-sampai terberondong – sekali lagi – keajaiban? Sederhana: Blues dominan dengan latar nuansa folk & ballad dipilih untuk merealisasikan niat dan keinginan Dialog untuk fokus membuat lagu saja. Ya, lagu yang murni bernyanyi atau berdendang [terkadang menggumam], instead of musik yang rumit. Citarasa musik dan tema sederhana. Sesederhana berdialog dengan dini hari. Itu saja. Belum paham? Sebaiknya sabar tunggu tanggal rilisnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar